Sunday, December 27, 2015

STAR WARS 7: The Force Awakens (from WHAT??)

Lama gak nulis ripiu. Boleh dibilang lagi "Bertapa". Tapi ini STAR WARS, man! Terlalu sedih dikenangkan, terlalu indah dilupakan,... loh jadi lagunya Koes Plus. Maksudnya, ini terlalu penting untuk didiamkan. Setidaknya cukup bila bisa kucurahkan di blog ini aja, selebihnya biarkan memasuki riuhnya jaman. Jadi sekali-kali break tapanya deh, turun bentar dari gunung.

(Apaaaaa, siiiih??)

Jadi gini. Saya sudah nonton SW 7 di hari ketiga pemutaran di Indonesia. Bukannya gak pengen nonton di hari pertama. Gak kebagian tiket aja. Dan gak diundang ke malam Premierre-nya. Hem, emang siape lohh?

Dan seperti layaknya Star Wars Geeks, saya sangat excited. Perumpamaannya adalah seperti jika saya sampai mengunyah topi saking excited-nya menunggu scrolling text di tengah sound track membahana. Yeah, Star Wars! Score om John Williams itu memang gak ada matinya.

TA-TA-TA TAAA TAAA, TATATA TAAA TAAA,...


Saya berurai air mata,... but wait! Apa itu First Order? Apa itu Resistance? Something was not right, tapi saya gak tahu apa. Dan belum berani nyangka apa-apa, terus terang masih terbawa eforia dan demam "film kekinian 2015" itu. Maka 2 jam lebih waktu dan tempat yang berada far-far away di masa long-long-time ago itu kami nikmati dengan sepenuh hati.

Tapi setelah eforia mereda di luar bioskop, pertanyaan-pertanyaan mengusik itu kembali merekah di hati dan pikiran. Filmnya bagus dan asyik, seru! Tapi di batinku ada yang kurang. Koq seperti nonton pop-corn movie biasa, ya? Gak terasa nonton Star Wars. Terasanya malah seperti menonton film yang kepingin menjadi Star Wars, alias a wanna be.

Karena itulah, saya tergerak untuk nulis ripiu, sekedar menjadi catatan pribadi sekalian analisis aja. Toh filmnya udah jadi, dan whatever ke depannya, sejarah Star Wars akan bergerak mengikuti rel yang (baru) itu, suka atau gak suka. Yang penting, seorang Star Wars Geek sudah bersabda!

Dan, sudah pasti spoiler, ya. Dodong aja lah siapapun yang membaca tulisan kayak gini dan masih kaget mendapati spoiler,... hehehe.

So, apa yang aku pikirin saat menonton mega-karya nya JJ. Abrams ini?

Pertama-tama soal setting planet padang pasir. Sudah berkali-kali lihat trailer (dengan mulut nge-cess, tentunya), pemandangan sebuah speeder melaju dengan latar belakang bangkai Star Destroyer yang dengan epiknya terbenam di pasir. So majestic, menggetarkan. Tatooine! Oh Tatooine! Seperti pulang kampung, rasanya.

Tapi di film, kenapa mataharinya cuman satu??? Dan kenapa dinamain Jakku??? Lho ini bukan Tatooine ternyata? Lah segala sesuatunya terlalu berbunyi Tatooine, minus Mos Eisley dan seterusnya. Akhirnya saya menerima kenyataan bahwa ini bukan planet kampungnya si Luke. Di situ gue mulai merasa berjarak dengan film ini.

Lalu ketemu Millenium Falcon, aduh seperti reunian ketemu pujaan hati (yang sudah lewat 30 tahun and she's all garbage(d),... tapi masih pujaan hati gitu dong!) dan gue bertepuk sendirian. Pleasant surprise gitulah. Dan melihat si MF masih meliuk-liuk lincah biarpun udah dikatain garbage dan gak pernah diisi bensinnya selama 30 tahun, mau gak mau jadi bangga juga hati ini. Dan eh, si Rey cepat bener bisa mengemudikannya, ya?

Millenium Falcon versus TIE Fighter! (tapi seinget gue, mesin TIE (Twin Ion Engine) itu gak bisa buat terbang di bawah batas atmosfer. Tapi gue lupa detailnya kenapa.)


Lalu jujur, lepas dari itu, it's getting wierder. Apalagi pas nongolnya Han Solo dan Chewbacca di kapal gak jelas dengan status pekerjaan gak jauh-jauh balik jadi Smuggler yang punya hutang di sana-sini sampai ditagihin space debt collectors,... WUUUT???
Kanjiklub, persilangan debt collector Jepang, Sunda, dan Padang. Curiously kenapa ga ada kawan-kawan dari Ambon, nih?


Dan ketemu dua aktor favorit ku, Kang Yayan Ruhiyan dan Uda Iko Uwais. Kang Cecep Ruhicep Arif Rahman, katanya ikutan tapi aku terus terang gak lihat.  Mereka ikutan geng dengan nama Kanjiklub. Wuut, lagi dah.  apalagi dengan tata-rias rambut uda Iko ala Pucca Ninja Noodle Girl, I'm almost turned into a Hathar monster as well :( Udah gitu,.... gak ada silat sama sekali!!!
Mas Ikooooo!


Sebenernya, freighter Eravana yang diawaki oleh Han Solo dan Chewbacca (hanya berdua, gilak) cukup menarik. Desain pesawat dan monsternya dengan jelas screaming: ACTION GAMES!!! Available on Playstore & App Store!! Persoalannya hanya gue bingung menempatkan setting ini dalam universe Star wars, setidaknya dalam kerangka yang aku pahami. Kenapa Han Solo, sang Jendral pahlawan Battle of Endor, yang pasca berdirinya New Republic menduduki status semacam bangsawan, minimal orang gedean, gitu, bisa ada dalam kapal usang dan lagi-lagi jadi penyelundup yang kekurangan kredit?

Ada yang iseng menghitung berapa hutang Han Solo kali ini?  Sama geng Guavian Death Gang, (Death by Guava Juice? Awwww c'moooon!?) Han di claim punya hutang 50.000 kredit. Sementara sama Kanjiklub, di confirm juga oleh kang Yayan, eh maksudnya Tasu Leech (dengan bahasa planet berlogat Sunda, mantap kang!) sejumlah yang sama, 50.000 kredit juga. Kesimpulan, kali ini hutang Han Solo mencapai setidaknya 100.000 kredit.

Berapa hutang Han Solo kepada Jabba the Hut? Ada yang masih ingat? Salah satu pendapat di internet mengatakan antara 10.000 sampai 15.000 kredit. Oke mungkin aja sudah terjadi inflasi cukup banyak pada ekonomi galaksi, kayak Planet Indonesiah banget gitu inflasinya. Dulu hutang 15.000, sekarang hutang lebih gawat lagi 100.000! Bagi saya gak masuk setting, tuh, Jendral Han Solo musti kerja keras segitunya di masa tua.

Belakangan, jalan cerita menyatakan Han sudah 'pisah' dari Leia, dan tersirat dia bersama Chewbacca memilih luntang-lantung menjelajah galaksi untuk "lari dari kenyataan" sembari "mencari anak yang hilang", begitu. Kenapa nggak jualan siomay pakai Millenium Falcon yang di cat pink aja sekalian? It worked, lho, dude?!
Bang Han Solo butuh tips & trik?

Terus bagaimana ceritanya Han Solo bisa kehilangan (lagi) Millenium Falcon selama 30 tahun? Logis aja tuh barang adalah salah satu relik pahlawan New Republic! Masak iya nggak dijagain? Sejelek-jelek nasibnya adalah dimasukin Museum. Ilang semenit aja, seluruh angkatan perang New Republic pasti heboh. Terus bisa ngilang selama 30 tahun? C'mon! Berarti New Republic sudah menjadi sangat-sangat-sangat lemah sekali, kagak bisa nge-track sebuah Correlian Freighter kondaaang yang cuma ada satu-satunya se universe, sementara mata-mata First Order bisa dengan cepat menemukan droid sekecil unyil BB-8 di manapun!

JJ. Abrams memang pernah menyatakan bahwa lore Star Wars eksisting yang termasuk dalam Expanded Universe, akan ditinggalkan dan mereka akan menuliskan alur cerita yang sama sekali baru. Cuma aku nggak nyangka, bahwa yang dimaksud oleh JJ. Abrams adalah mereka akan meniadakan SELURUH lore Star wars dari SW 1 s/d SW 6 dan membuat seluruh tokoh SW memerankan sebuah identitas pinjaman.

Sedih.

Kurasa itulah yang membuat seluruh film ini jadi terasa seperti bukan film Star Wars. Walau masih film bagus dan seru. Ada pendapat yang menyebutkan bahwa film ini telah menyia-nyiakan perjuangan Luke, Leia dan kawan-kawan yang begitu berarti di masa lalu. Saya cenderung setuju. Namun lepas apa motivasi Abrams dan Disney melakukan itu (konon Disney hanya ingin bikin film Cash grab aja alias mengeruk duit sebanyak-banyaknya), saya coba menyorotinya dari inkonsistensi setting, yang bila nggak disengaja, mencerminkan missmanagement dalam melakukan worldbuilding kisah fantasi.

SW 7, kalau mau nyambung, disetting berada 30 tahun sejak Battle of Endor. Dalam kembangan Expanded Universe, diceritakan bahwa New Republic berdiri kembali, dengan Senator Mon Mothma sebagai Konselor pertama menggantikan Emperor Palpatine. Maka sebagai sebuah kekuatan baru yang tumbuh dan mengakuisisi seluruh asset Galactic Empire, otomatis New Republic selayaknya menjadi sebuah kekuatan ekonomi yang lumayan makmur. Apalagi pusat-pusat pemerintahan terpelihara dengan baik. Ibukota Coruscant masih berdiri dengan stabil, dan tidak ada cerita konflik genting (setidaknya ada beberapa krisis dalam EU, tapi tak sampai menyebabkan New Republic jatuh).

Lalu bagaimana ada kelompok Resistance, yang menunjukkan kondisi minim sumber daya? Di SW 7, resistance berkepribadian bak The Rebel Alliance (yang saat itu seharusnya sudah menjadi kekuatan militer inti New Republic), dengan inventory lebih minim dari rebel alliance jaman sebelum menang perang. Jumlah X-Wing cuma puluhan, nggak ada Capital Ship, dan pangkalannya harus tersembunyi seperti jaman lagi diburu-buru Imperial Fleet.

Terus perhatiin saat mereka melakukan Bomb Run ke (another) Death Star, err, Starkiller. Hanya pakai X-Wing (classic proton torpedoes?) sementara seharusnya mereka punya B-Wing, khusus bomber, man! Kenapa gak dipake B-Wing nyaah?

Ini lho, B-Wing,... cucok buat nge-bom Death Star!


Lah, jadi siapa sih, The Resistance ini? Kalau masih ada New Republic, kenapa harus bikin resistance? Apakah Resistance tergolong 'nyempal' dari New Republic? Lha kenapa harus nyempal bila yang jadi com-'mandor' di situ gak lain gak bukan adalah Leia Organa-Solo, herself? Okelah, katakan Leia, oleh satu dan lain hal, memilih nyempal dari New Republic untuk menghadapi The First Order, yang somehow tidak dipandang sebagai ancaman oleh New Republic (Ada salah satu kisah di EU yang mirip demikian). Tapi tetap saja kekurangan sumber daya The Resistance, nggak konsisten.

Di jamannya Rebel Alliance, kelompok itu masih bisa punya capital ship sekelas Mon Calamari Battle Cruiser, yang dikomandani Admiral Ackbar himself. Bahkan dalam EU, dukungan militer ras "muka-salmon" ini makin eksis. Ini menurut Wookiepedia:
Even 40 years after the Battle of Yavin the Mon Calamari were still noted for their continued military excellence, with many Mon Calamari serving at the highest ranks of the Galactic Alliance military.
Tuh, gara-gara JJ. Abrams pengen bikin cerita baru, ilang deh satu fleet Battle Cruiser yang pernah head-to-head nandingin Star Destroyer!

Bagaimana soal para tokoh utama generasi baru SW 7?

Yah, banyak yang protes mengapa tokoh Rey, bisa menguasai seni Jedi tanpa banyak perlu belajar, atau bahkan tanpa berguru pada Jedi Master. Tingkat penguasaannya udah bagai dukun laduni, yang langsung trampil mengalahkan lawan berbekal meditasi empat detik! Untuk ini, saya pikir merupakan plot device yang masih disembunyikan oleh Filmmaker-nya. Gue sih curiga dia anaknya Luke. Tapi okelah, nggak terlalu masalah. Paling-paling inkonsistensi settingnya kelihatan ketika adegan si Rey ditinggal di Jukka, terlihat masih sangat kecil, mungkin 6 tahunan. Sedini-dini-nya Jedi training, apa iya padawan usia 6 tahun udah bisa main lightsaber sampai mengalahkan Sith lord (or, a Sith Lord in training, yang udah mampu menghentikan blaster bolt dengan darkforce nya), ketika ia 'teringat kembali' sepuluh tahun kemudian di usia 16.

Untuk the black storm trooper, Finn, saya juga nggak terlalu protes.  Okelah mungkin dia banyak tidur di kelas pelatihan storm troopernya, sehingga disiplin dan conditioning keras setingkat programnya General Hux pun, lewat. Dia gagal jadi Storm Trooper kejam, malah jadi Storm-Trooper-dash-Sanitation-Master yang penuh belas kasih. Oh, dan mampu memainkan lightsaber jugak.

Yang buat gue paling inkonsisten, ya Leia Organa-Solo (kayaknya di sini cuma pakai nama Leia Organa aja, ya). Saat perjumpaan dengan Han Solo, well,... nggak ada api. Datar aja gitu. Orang bilang jadi wise karena bertambahnya umur. Mosok sih? Buat gue, karakter Leia, ditinggal kabur Han Solo, sedikitnya pasti ngeluncurin sindiran tajem, khas Leia, gitulah. Han aja menyatakan takut pulang, takut didamprat Leia, gitu loh. No. Melihat Han, Leia seperti ibu liat anak hilang akhirnya pulang ke rumah dan komen, "oh, sudah pulang ya nak? Ya sudah, kamu mandi terus makan, sana.". Itulah masalahnya, para tokoh lama kelihatan 'terpaksa' off-character akibat sejarah hidupnya 'dibelokin' sama para kreator baru.

Entahlah, apa itu mungkin ekspresi tersembunyi Carrie Fisher, yang kali-kali juga ngerasa bahwa 'perpisahan' Leia-Han adalah off character. Kalau mau on karakter, buat saya sih gini ajah. Pertama kali Han dicuekin abis, dengan dagu terangkat dan cuping hidung mengembang khas Leia di Empire Strikes Back, sekali ditembak pakai komen sinis sampai Han klepek-klepek. Lalu Han harus abis-abisan ngerayu lagi,... well a bit cheesy, tapi pas. Hihihi.

Terus waktu ngomongin si anak yang murtad ke Darkside. Kayaknya gue gak sadar sakit perut, melilit. Emosi yang harusnya muncul, tampak sangat teredam. Apa maksudnya udah pada kehabisan airmata karena udah lewat belasan tahun? Padahal isi percakapannya sungguh menggigit, harusnya.Tetep aja gue ngerasa reaksi keduanya 'ada yang salah', begitu. Cuma seperti ngomongin anak yang pindah agama, sedih sebentar abis itu arisan lagi.

Terus pas Han Solo mati, Leia, yang udah sedikit force sensitive, bisa merasakan. Tapi ketika tim-nya balik ke pangkalan membawa berita buruk itu, yang dihampiri koq malah Rey, alih-alih Chewie. Woi! Yang punya life debt ke Han Solo itu Chewie, loooh! Yang jatuh-bangun berjuang bersama Leia selama ini, itu Chewie, loooh! Yang mati itu, orang SIGNIFIKAN mereka berduaaa, loooh???

Beberapa inkonsistensi lain, sepertinya gara-gara campur tangan Disney. Pertama soal droid BB-8. What The?? Bagaimana desain droid seperti itu? Itu "Droid gelinding" pertama yang seingatku ada di universe Star Wars. Sistem gelinding seharusnya membuat kotoran jalan menempel di body-nya! Dan desain bola dengan half dome sebagai kepala,... suddenly saya teringat satu produk sci-fi gagal Disney di tahun 80-an, "The Black Hole", yang punya robot bermodel mirip.



Hmm,... karakter cuteness factor nya juga mirip. Disney banget.

Sebelumnya, saya selalu bisa ngeliat design principle dari setiap droid yang ada di universe Star Wars. Kenapa protocol droid seperti C-3PO dibuat menyerupai manusia? Karena droid sejenis itu lazim hadir di pertemuan tingkat tinggi, mendampingi diplomat. Bentuk humanoid akan membuat suasana lebih kondusif. Kenapa R2D2 berbentuk tabung? Karena dia Astromech droid dengan tugas utama sebagai komputer navigasi interstellar dan ship repair. Tubuh tabungnya yang gampang memasuki slot khusus di pesawat, efisien untuk menyimpan banyak perlengkapan/ tools sementara dua kaki beroda dengan stabilizer memudahkan manuver sekaligus keteguhan pada saat operasi perbaikan. Kaki R2D2 bermagnet, yang memungkinkan ia menyusuri body pesawat dalam kondisi terbalik. Saya pernah baca referensi ini somewhere.

Nah, BB-8, nggak tahu aku fungsi originalnya apa. Sepertinya sempat dijadikan astromech juga. Tapi desain bola jelas menyediakan ruang yang lebih kecil untuk repair tools. Lalu apa tujuannya dia diciptakan berkemampuan menggelinding? Agar bisa bergerak/ lari cepat aja? Berarti desain awalnya adalah express-droid alias tukang anter surat aja, kali? Hehehe. Kalau mau cepat, kan bisa aja terbang menggunakan repursorlift yang sudah biasa ada di universe Star Wars?

Kuatirnya, BB-8 dikreasikan bukan dengan pemikiran ala SW sebelumnya, melainkan sekedar memasarkan cute factor. Akibatnya banyak pemikiran desain ala SW lama tidak dipergunakan, tapi pemikiran SW 7 belum cukup matang. Contohnya, desain gelinding itu. Gimana untuk berjalan di permukaan berminyak? Gimana untuk jalan di bordes pesawat yang dari logam juga, kelontangan bunyinya, kan? (Gue nggak inget tuh droid bikin bunyi di geladak pesawatnya Han Solo maupun di Millenium Falcon. Sekalipun grapple hook-nya keren juga).

Walau sebagai salah satu tokoh, boleh dibilang BB-8 cukup berhasil menghidupkan cerita, lah. Dengan cara Disney.

Well, yaa,... begitulah kesanku pada universe SW 7, shallowly constructed, seperti mie instan yang bikinnya cepat, kenyangnya cepat, lupanya juga cepat. 

Bagaimana dengan kloningan deathstar yang satu itu? Starkiller (nama yang minjem nama belakang Luke saat masih jadi draft-nya George Lucas).

Ini konsep superweapon yang super edan. Bisa edan positif bisa pula edan negatif. Dia adalah sebuah planetoid. Kayaknya ukurannya lumayan planet dah. Kemudian di planet itu dipasang instalasi meriam yang muaha buesar, lalu dengan menyerap energi mahatari, Starkiller mampu menembakkan sebuah sinar energi yang demikian kencang (dan pastinya jauh intergalaksi), yang menjelang sasaran (multiple planet) bisa memecah jadi beberapa missile (?) dan sekali hajar planet langsung Nova!

Add caption


Aduh, kenapa George Lucas gak pernah kepikiran 'kekerenan' seperti ini ya?

Soalnya, emang banyak susah diterangkan, teknologinya. Bahkan pakai jurus mumbo-jumbo, pun. Yang pertama jika dia sebuah planet (yang berpenghuni dan bervegetasi, mengisyaratkan sebagai sebuah planet normal se normal-normalnya). Pasti dia berotasi sehingga nggak mungkin setiap saat menghadap ke sebuah sisi relatif yang sama. Jadi kalau planet gue mau nembak planet lo, yang kita bertetangga, maka gue hanya bisa nembak lo dalam 24 jam sekali, saat posisi kita tepat berhadap-hadapan (pakai asumsi rotasi planet bumi dan kedua planet itu rotasinya exactly sama, ya). Sekali lewat, ya nunggu besok. Bukan nunggu 15 menit aja, sayang. Kalo itu namanya ngebet.

Terus matahari mana yang dia harus abisin setiap kali ngecharge energi? Dalam film kelihatannya itu matahari dari bulat semakin tipis sampai akhirnya burem. Itu SAystem, bisa kehabisan matahari, dong? Padahal planet kan gak bisa pindah system sesukanya nyari matahari baru?

Mungkin Starkiller bisa menyerap energi matahari dari jarak jauh? Kalau Starkiller bisa menyerap matahari dari mana saja tanpa harus pindah lokasi mendekati matahari tersebut,... well kemampuan ITU aja udah bikin dia superweapon dengan sendirinya, kagak perlu pake nembak lagi! Udah sedot abis aja mataharinya, modar sendiri tuh system!

Belum lagi soal jangkauan tembakan. Dalam SW 7, digambarkan cahaya tembakan Starkiller itu bisa memancar jauh, terfokus kagak nyebar, terlihat dari berbagai planet yang 'dilewatin', sampai menuju sasaran. Yang ledakannya pun terlihat di planet pangkalannya Leia Q'Dor, tanpa menimbulkan bencana shockwave (again, hukum fisika planetary diminggirin dulu deh).

Entah filmmaker lupa, atau mengabaikan aja, atau memang disetting semuanya hanya dalam satu lingkup star system. Tapi dalam universe SW yang saya tahu, posisi para planet dalam galaksi mereka adalah saling berjauh-jauhan setingkat jarak antar system dalam satu galaksi. Salah satu cara 'mendekatkan' jarak jauh tersebut dalam space travel, adalah dengan memasuki hyperspace.

Di Star Wars, setiap lokasi di identifikasikan dengan 'system'. Jadi ada planet, sekumpulan planet dengan pusat matahari (bisa satu atau matahari ganda), disebut satu star-system. Ada banyak star system di Galaksi. Jutaan sampai miliaran. Jadi kalo di Star Wars, elo pergi bukan dari satu planet ke planet tetangga. Elo pergi jump antar system, man. Pesawat lo masuk hyperspace, dan muncul di system lain secara seketika. Dan ingat kuliah Han Solo kepada Luke tentang Hyperspace, bahwa lompatan itu memerlukan perhitungan rumit bla-bla-bla, kalo nggak salah-salah lo bisa muncul mendadak dalam matahari, gosong seketika, sob.

Artinya, perjalanan itu bersifat 'melompat'. Dan hyperspace bukan seperti garis lurus. Sementara tembakan Starkiller seperti apa? Seperti garis lurus. Kelihatan garisnya. Dan bukan hyperspace travel. Pertama karena gak terlihat seperti itu, yang kedua bagaimana menjelaskan 'perhitungan rumit' yang dibilang Han Solo, padahal itu baru ngomongin pesawat yang massanya jauh lebih kecil dan energinya sangat terkontrol. Ketiga, karena BUTUH WAKTU untuk sampai sasaran. Kita bisa sama-sama lihat cahaya bergerak selama beberapa menit, merambat di angkasa untuk mencapai sasarannya. Kelemahan premis ini, kecepatan cahaya mendiktekan bahwa cahaya sekuat apapun senantiasa meluncur sekitar 300.000 m per detik. Padahal jarak antar system adalah jutaan TAHUN CAHAYA. Jadi kalau mau konsisten, sekali Starkiller nembak, maka planet sasaran baru going Nova sekitar seribu atau dua ribu tahun mendatang. Keburu lumutan, yang nembak maupun yang ditembak.

So, semua konsepnya jadi plausible. Inget omelan Han Solo tentang The Force sebagai old religion with all mumbo-jumbos,... well kita pinjam Grand Moff Tarkin untuk mengatakan ini, "Well, seems you can eat them all out, Solo. Now we have Abrams, to top over your Jedi mumbo jumbos, to eternity!"

Grand Moff Tarkin
Eat it out! Solo :-)


Star Wars, nggak pernah terlalu se-dodong ini, sebelumnya. Well SW emang cuma space opera, dengan lebih menekankan pada space opera dibanding sci-fi nya. Dan flawnya juga ada di sana-sini. Cuma kalau boleh dibilang, setiap elemen SW dulu selalu dipikirkan dengan teliti.

Dan JJ. Abrams ngerubah hyperspace klasik Star Wars seenaknya.

Dari begini





Jadi begini?



Agaknya Millenium Falcon udah ganti mesin pakai Warp Drive (punya Star Trek) :) Tapi ya sudahlah. Itu nggak fatal cuma gangguan sentimental aja.

Kemudian soal penamaan. Gak ada lagi model penamaan klasik seperti Obi Wan Kenobi, Sywalkers, Solos, Organa, Wedge Antilles dan setipenya. Nama baru yang muncul terasa aneh: Rey, Finn, Poe?? Bahkan tokoh antagonisnya juga belum pakai Darth, malah Kylo Ren?  Siapa lagi Captain Phasma? Ampun, kayak kartun anak-anak banget.

Selanjut sistem penamaan yang nggak ngakar ke SW klasik, penamaan planet juga menimbulkan kecurigaan. Kenapa sih Jakku nggak Tatooine? Kenapa Hostian Prime bukan Coruscant? Kenapa Starkiller Base bukan Hoth? Kenapa Takodana bukan Endor? Kenapa D'Qar bukan Yavin 4?

Semua pasangan yang saya sebut itu mewakili fungsi dan terrain yang lebih kurang sama. Filmmaker sepertinya ingin memindah lokasi aja, biar gak sama dengan SW sebelumnya. Tapi jadi aneh, ketika New Republic tiba-tiba harus pindah dari Coruscant. Toh kalau digunakan saja planet-planet yang sama, bagi penggemar malah lebih konek. Segitu bertanyanya saya, sampai-sampai terpikir apakah George Lucas nggak menjual seluruh Hak Cipta Universe SW-nya ke Disney, sehingga Disney nggak bisa menggunakan nama-nama planet yang sudah ada.

Perhatikan juga, nggak? Bisa dibilang nggak ada ras non-human dari SW sebelumnya selain wookie yang muncul di SW 7? Bahkan para Jawas di SW 7 pun tampil beda, dan kayaknya nggak diidentifikasi sebagai Jawas juga. Ukuran lebih besar dan suaranya beda.

So, begitulah impresi saya menonton SW 7 kali ini. Mungkin banyak rekan-rekan yang tetap enjoy film ini tanpa menggerutu seperti saya, atau mungkin sadar perubahan dan tetap menerima dengan gaya move on. Atau juga kesel-sumekel seperti saya. Yo wis, gapapa. Namun buat saya, kalau mau mensejajarkan film ini dengan karya unsequential Star Wars lainnya (yang berharap bisa dilupakan kehadirannya dan kita lanjutkan hidup baru), ya gak lain gak bukan Star Wars Holiday Special (1978). Equally mengerikan! Hehehehe. Miris, tapi yo wis. Se enggaknya SW 7 masih better as stand alone movie.

Jagat hiburan emang begitulah. Gak terlalu setia dengan jagat kreasi. Apalagi jika taruhannya multimiliar dollar modal dan keuntungan, apapun menjadi sah. Demi kehidupan serial ini di masa depan.

Maka sesuai judul, gue hanya bertanya-tanya (sendiri), Di generasi terbaru ini, Force katanya sedang dibangunkan. Dibangunkan dari apa? Hihihihi. Silakan tafsirkan sendiri.

Anyway, May The Force Be With You,... Bro's and Sis' :-)

FAPur



8 comments:

R.D. Villam said...

Nice review, bro.

Waktu kecil dulu saya nonton yg trilogi awal, trus waktu yg trilogi kedua muncul tahun 90-an saya juga nonton semuanya. Saya lumayan menikmati, tapi gak terlalu mendalami detil2 teknologinya, jadi saya jelas bukan Star Wars geek. Heuheu.

Kalo pendapat saya, sebenernya di film2 yang dulu pun soal cerita, plot dan karakterisasi juga banyak yang flaw, tapi yang hebat di serial ini--termasuk di The Force Awakens--adalah pada saat kita nonton di bioskop untuk pertama kali, kita sedemikian enjoy dengan fantasi dan petualangannya sehingga belum terlalu mikirin flawnya. Kepikiran, tapi seringkali saya memilih untuk gak mempermasalahkannya, daripada saya ketinggalan cerita yang terus berjalan. Kadang saya malah membikin2 alasan kenapa itu gak perlu dipermasalahkan. Misalnya begini, kita tau kalo kebetulan2 sangat sering terjadi di cerita Star Wars. Seperti dulu gimana Luke bisa ketemu Obi-Wan di sebuah planet terpencil, dan sekarang misalnya, di Starkiller yg maha guede, rombongan Han Solo bisa langsung ketemu Rey yang baru aja kabur. Itu kebetulan yg terus terang bikin saya nyengir, tapi ya itu, mungkin semua itu emang udah ada yg ngatur. Maybe the Force itself. Jadi ya udah, akhirnya dinikmatin ajah. Hehe.

Eniwei, soal cerita, kayaknya yang sekarang bakal bisa lebih menarik dibanding triloginya Anakin. Soalnya kalo yg itu kan pada akhirnya kita tau Anakin bakal jadi Darth Vader, dan cerita lain di sekitarnya terasa lebih jadi tempelan. Sementara yg sekarang kita belum tau Rey bakal jadi apa, Kylo Ren bakal jadi apa. I like Rey very much. Yes, she's probably Luke's daughter, tapi tetep aja dia misterius, dan kita cuman bisa meraba2 apa yg bakal terjadi nanti. Sangat menarik melihat bagaimana Star Wars nanti jadi seperti apa.

May the Force be with you.

FA Purawan said...

Sip bro. Untuk SW7,ane bisa jamin ente gak bakal ketinggalan cerita. Secara ceritanya jugak baru dimulai,... hehehehe.

Marchel Sudharsono said...

Hi Bro,

Saya mah belum nonton, belum sempet euy. Tapi khatam SW 1 sd 6.

Cuma mau komen sedikit.
TIE Fighter bisa terbang di dalam atmosfer. Inget Battle of Tatooine? Itu kan TIE Fighter yang menghancurkan markas Rebels di Anchorhead. Dan mungkin B-wing ga dipakai lagi karena seluruh fleet B-wing hancur saat Battle of Endor, atau X-Wing lebih dikenal jadi itu yang dipakai. Dan seingat saya, X-Wing Luke-lah yang menamatkan deathstar di Battle of Yavin. Jadi mungkin dengan dasar ini, X-Wing yang dipakai untuk menyerang Starkiller.

Resistance mungkin ada.. Di setiap pemerintahan, pasti ada kelompok yang ga suka sama pihak yg berkuasa. Tapi, iya juga, siapa sih Resistance ini sampai bisa punya dana untuk bangun Starkiller?

Untuk sebutan Sith, ga ada istilah Sith Lord in training. Yang ada sebutan Sith Apprentice. Sith Apprentice ini sekelas padawan. Seorang Sith yang masih belajar, masih murid. Lah kalau ada Sith Apprentice, Sith Lordnya siapa? Sejak Anakin jadi Sith, peta kekuatan Sith-Jedi berubah. Jedi yang tadinya banyak, diberangus, lenyap. Sith jadi makin banyak, dan ga hanya 1-2 di jaman Old Republic.

Iya, aku jadi penasaran, universe ala JJ Abrams ini ntarnya jadi bagaimana.

FA Purawan said...

Eh iya ya bro Marchel. Berarti TIE bisa terbang di dalam atmosfer. Soal B-wing mungkin spekulasi yg paling tepat ya soal kehabisan B-Wing pasca Battle of Endor. Tapi rada aneh juga kalo New Republic gak bisa bikin B-Wing lagi, hehehe.

Yg bangun starkiller itu first order, bro. Resistane itu di pihak new republic. Makanya kesannya jadi aneh.

Lord sith in training cuma istilah gw aja, hehehehe.

aninalf said...

(Udah lama ga baca postingan di blognya Om Pur ._. )

Saya juga termasuk yang rada-rada gimanaa pas nontonnya. Saya nonton dengan sepupu, dan begitu keluar kami sama-sama agak diem karena perkembangan ceritanya.

Sebenernya, kalo ngelihat film-film Star Trek Om Abrams, adanya sesuatu yang 'bakal aneh' di ceritanya sudah diperkirakan sih. Tapi karena TFA berakhir 'enggak jelek' dan 'masih rame', kami sama-sama tetap masih bisa nerima meski enggak bener-bener puas juga.

Makasi repiunya. Syukurlah ada juga yang punya pandangan yang sama.

joe. said...

Quite an insight. :D

btw, some nitpicks ya om..

Tie Fighter yang ini bisa in atmosfir, Om Pur, karena yang di colong adalah Tie/sf yang spek Special Forces, seat 2, dengan rotating turret dan missile launcher (ala2 fighter-bomber twin engined jaman WW2 dulu, jadi SW masih mengakar jg disana kalo soal filosofi desain pesawat) Tie/sf ini bisa re-entry, punya ejector seat (karena Tie pilot 1st Order bukan disposable things kayak Tie pilot jaman kompeni eh imperial)...

as for the x-wing only fighter detachment, bukannya karena Resistance ini juga di funding diam2 sama Leia dan beberapa backer ya? New Republic (pura2) ngga tau karena mereka ada (uneasy) peace dengan 1st Order? (ingetan saya agak hazy soalnya ini dari side material yang temen2 di subreddit SW ceritakan).. walopun saya jg teriak dalam hati mikir kalo trench run nya will be so much easier kalo ada Yellow Squadron dan Y-Wing mereka.. :D

FA Purawan said...

Om Joe,.....

"Impresssiiiiiiveeeeee,....... " :) (y)

FA Purawan said...

Saya memikirkan teori om Joe, di atas, dan saya pikir cukup mungkin juga ya.

Bahwa resistance dibentuk oleh Leia tanpa melibatkan New Republic. Itu bisa menjelaskan mengapa sumber daya mereka minim.

Tapi once ibu kota new republic, ... Atau di dalam film hanya disebut republic aja,... Musnah dibom, apakah tidak ada retaliasi dari anggota galactic alliance lainnya, yang mungkin aja jadi langsung memberikan dukungan terbuka terhadap Leia?

(Masih ngarep Calamari Battle Cruiser nyerbu Starkiller Base, hehehe)